Teleportasi Quantum ? Adakah ? Seberapa Penting?

Mungkin kita sering bertanya tanya tentang teknologi teleportasi, teknik pemindahan objek dengan sangat cepat, bahkan mungkin menyamai kecepatan cahaya. Nah kita sadar, teknologi berkembang dengan sangat cepat, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan hal tersebut. Teknologi Teleportasi quantum, dalam merevolusi telekomunikasi dan melahirkan era baru komputasi, sebuah tim gabungan ilmuwan dari Australia dan Jepang berhasil melakukan uji dimana transfer informasi teleport ke titik yang berbeda tanpa mengakibatkan hilangnya objek ataupun mengalami degradasi. Ini hanya langkah pertama dari sekian banyak ujicoba, tetapi jika semuanya berjalan dengan baik, mereka berharap suatu saat nanti , teleportasi kuantum diterapkan ke industri modern hingga bisa mengubah dunia, meperpendek jarak dan waktu.
Teleportasi Quantum
Profesor Elanor Huntington di Sekolah Teknik dan Teknologi Informasi di kampus UNSW Canberra di Akademi Angkatan Pertahanan Australia (ADFA), merupakan bagian dari sebuah tim yang dipimpin oleh University of Tokyo. Dia mengatakan prestasi tim adalah langkah untuk membangun sebuah komputer kuantum super-kuat dan transmisi informasi kuantum.
Di bawah ini adalah potongan percakapan yang diucapkan yang dikutip dari Profesor Elanor Huntington tentang bagaimana dan seberapa menarik teleportasi kuantum:
One of the limitations of high-speed quantum communication at present is that some detail is lost during the teleportation process. It’s the Star Trek equivalent of beaming the crew down to a planet and having their organs disappear or materialise in the wrong place. We’re talking about information but the principle is the same – it allows us to guarantee the integrity of transmission.
Just about any quantum technology relies on quantum teleportation. The value of this discovery is that it allows us, for the first time, to quickly and reliably move quantum information around. This information can be carried by light, and it’s a powerful way to represent and process information. Previous attempts to transmit were either very slow or the information might be changed. This process means we will be able to move blocks of quantum information around within a computer or across a network, just as we do now with existing computer technologies.
If we can do this, we can do just about any form of communication needed for any quantum technology.
--------------Translate ke Indonesia-------maaf jika kurang tepat.. ^_^-------
Salah satu batasan komunikasi kuantum kecepatan tinggi saat ini adalah bahwa beberapa detail objek dapat hilang selama proses teleportasi. Ini adalah seperti film Star Trek setara dengan berseri-seri awak ke planet dan kehilangan organ mereka atau finish di tempat yang salah. Kita bicara tentang informasi tetapi prinsipnya sama - hal itu memungkinkan kita untuk menjamin integritas transmisi yang terjadi, tanpa hilangnya objek yang melakukan teleposrtasi.
Hampir semua teknologi kuantum bergantung pada teleportasi kuantum. Nilai penemuan ini adalah bahwa hal itu memungkinkan kita, untuk pertama kalinya, dengan cepat dan andal memindahkan informasi kuantum. Informasi ini dapat dibawa oleh cahaya, dan merupakan cara ampuh untuk mewakili dan memproses informasi. Usaha-usaha sebelumnya untuk mengirimkan entah sangat lambat atau informasi yang mungkin berubah. Proses ini berarti kita akan dapat memindahkan blok informasi kuantum di dalam komputer atau melalui jaringan, seperti kita lakukan sekarang dengan teknologi komputer yang ada.
Jika kita dapat melakukan ini, kita bisa melakukan hampir semua bentuk komunikasi yang dibutuhkan untuk setiap teknologi kuantum.
Percobaan ini dilakukan pada mesin yang dikenal sebagai "teleporter" di laboratorium Profesor Akira Furusawa di Departemen Fisika Terapan di Universitas Tokyo.
Profesor Huntington, yang memimpin program penelitian untuk Pusat Komputasi Quantum dan Komunikasi, yang dikembangkan nya adalah pada bagian komunikasi berkecepatan tinggi "teleporter" di kampus UNSW Canberra dengan salah satu mahasiswa PhD nya, James Webb.
Sumber : UNSW - Sedney - Canberra - Australia
Mengenal Website Auto Content - Apa itu ???

Matt Cutts, kepala Google’s Webspam team, sempat menyebutkah hal seperti ini dalam tulisannya yang berjudul “Search results in search results“. Kita mengenalnya dengan Website Auto Content. Wow… apalagi ini broo?
Sebelum membahas lebih lanjut perlu saya tekankan hal ini: Seperti halnya kita mengenali penyakit AIDS agar kita bisa menghindari penyakit tersebut, begitu juga Auto Content. Meski saya tidak bermaksud mengidentikkan Auto Content dengan hal-hal negatif, penyalahgunaan Auto Content dapat merugikan user mesin pencari dan juga… website Anda sendiri!
Auto Content atau lengkapnya Auto-Generated Content adalah suatu teknik membuat konten secara otomatis dari berbagai sumber, kadang memang ada yang berguna, namun sayangnya kebanyakan para pembuat situs itu hanya mengambil hasil pencarian di Google kemudian menampilkannya di situs mereka. Karena beberapa faktor kelemahan Google dalam menyaring situs spam seperti ini, semakin lama akan semakin bertambah situs Auto Content yang akan menghiasi halaman pencarian Google. Beberapa dari mereka yang menggunakan teknik ini mengatakan kalau hasilnya cukup menakjubkan, bisa menaikkan traffic sampai buuanyak kali lipat dalam hitungan jam sampai hari.
Celakanya, hal terakhir itu yang justru banyak dilakukan pengguna Auto Content, benar-benar salah pemanfaatan. Mereka tidak benar-benar menyediakan informasi yang sedang dicari oleh pengunjung, namun membuat informasi tersebut seolah-olah ada di situs mereka. Tentu saja hal ini justru merugikan pengguna mesin pencari, terutama pengguna Google yang tidak begitu mengerti.
Bagaimana kita mengenali Website Auto Content?
Mudah saja! Sampai tulisan ini dibuat, format website Auto Content di mesin pencari umumnya adalah seperti ini:
www.namadomain.com/search/keyword1+keyword2+keyword3+dst
www.namadomain.com/tag/keyword1+keyword2+keyword3+dst
www.namadomain.com/topic/keyword1+keyword2+keyword3+dst
www.namadomain.com/search/keyword1+keyword2+keyword3+dst
www.namadomain.com/topic/keyword1+keyword2+keyword3+dst
www.namadomain.com/cari/keyword1+keyword2+keyword3+dst
www.namadomain.com/show/keyword1+keyword2+keyword3+dst
www.namadomain.com/cari/keyword1+keyword2+keyword3+dst
atau mungkin ada bentuk lain yang saya tidak mengetahuinya. Tidak menutup kemungkin akan berkembang format baru nantinya (seperti mengganti tag “search” dengan tag yang lain, atau bahkan lebih mirip dengan website yang seolah-olah memang benar-benar menyediakan informasi yang kita cari). Jadi, berpikirlah 100 kali jika anda menemukan website dengan format diatas untuk mengkliknya, karena waktu akan akan terbuang cukup lama untuk berputar-putar di website tersebut. Bagi pemilik website mungkin akan menyebabkan Brand website nya jatuh karena telah dicap sebagai Website Auto Content.
Mungkin seorang webmaster berpendapat , “Ah… peduli apa branding. Yang penting ranking dan traffic blog saya naik”. Yakin? Untuk traffic, Google sandbox rasanya masih cukup luas menampung website-website yang “nakal.” :) Sedangkan untuk ranking, Google jelas-jelas menyebutkan hal ini:
Google will take action against domains that try to rank more highly by just showing scraped or other auto-generated pages that don’t add any value to users. Examples include:
* Auto-generated content: Content generated programatically. Often this will consist of random paragraphs of text that make no sense to the reader but that may contain search keywords.
Dan sebagai pamungkasnya, Google telah membuka sebuah page yang dapat digunakan oleh siapa saja pengguna Google untuk melaporkan situs-situs yang dianggap spam di :
https://www.google.com/webmasters/tools/spamreport
Cara lain untuk mengenali website Auto Content adalah dengan cara membandingkan antara umur domain dengan jumlah halaman yang terindex. Kalau domain baru 1 tahun rasanya mustahil kalau page yang terindex sampai jutaan kan?
Dari sebuah sumber yang dapat dipercaya, sudah ada gerakan melisting situs-situs seperti ini. Domain .co.cc adalah penyumbang terbanyak untuk situs Auto Content. Posisi kedua diduduki oleh domain .info. Dan parahnya, domain .com sudah mencapai 200 lebih situs. Hmm, kalau .com aja sudah 200-an, kira-kira berapa ya jumlah .co.cc dan .info?
Sekedar mengingatkan, banyak layanan yang dulu di larang di Indonesia sekarang sudah dipermudah (seperti verifikasi Paypal misalnya). Saya yakin… kita semua tidak ingin melihat Indonesia kembali dicap negatif. Kalau dulu masuk negara top carder, pencuri data kartu kredit, jangan sampai sekarang jadi negara spammer.
Jadi, saya menghimbau rekan-rekan pembaca sekalian. Oleh karena gerakan pembersihan situs sampah ini baru bisa dilakukan via peramban Google Chrome, mohon luangkan sedikit waktu Anda untuk menginstall ekstensi ‘Personal Blocklist‘, lalu mulailah coba memblock domain-domain yang menurut Anda teridentifikasi sebagai situs AGC.
Pihak google sepertinya akan mengumpulkan data dari para pengguna ekstensi ‘Personal Blocklist’, untuk kemudian mereka pertimbangkan sebagai dasar perbaikan algoritma pencarian mereka. Artinya, mereka akan mulai menyingkirkan situs-situs AGC dari hasil pencarian mesin pencari buatan mereka (google search engine). Salah satunya dari rekomendasi kita sebagai pengguna Chrome (lewat pemblokiran domain tertentu via ekstensi ‘Personal Blocklist’).
Jadi, mari kita bersama-sama memerangi dan menghajar situs ‘Auto Generated Content’. Secara tidak langsung, kita juga berperan dalam membantu pengguna Internet yang masih awam soal ciri-ciri situs AGC, sehingga mereka tidak perlu menghabiskan banyak waktu browsing mereka dengan mengklik situs-situs jenis spammer.
Jangan sampai Google melihat sebelah mata untuk membuka layanan-layanan baru di negara kita tercinta ini. Indonesia bukan milik kita, bukan warisan kita… tapi nama Indonesia titipan untuk anak cucu kita…
Apa yang Anda ingat tentang “Somalia”… negara bajak laut…
Apa yang Anda ingat tentang Indonesia … negera spammer? Jangan sampai deh!
CATATAN:
Postingan ini tidak bermaksud memojokkan penyedia dan pengguna Auto Content. Hanya sebuah posting dari penulis dan para pengguna google yang disibukkan dengan situs yang memang kurang atau bahkan hanya bermain-main dengan keyword dan link. Jika tidak berkenan mohon abaikan saja. Terima kasih!
Sumber informasi : http://www.andaka.com
Hello, My name is Hary Kurniadi. I am from Barito Kuala District. I am an elementary school teacher. I taught at the SDN Jejangkit Muara 2. I am also currently studying at a State University, in "Lambung Makurat University", Program DII - S1 PGSD, FKIP. I am pleased with the existence of this blog. I'll write if I understand, and I'll share if I know. "Go forward and look ahead, it is just a mirror behind you!". Sorry, my English was bad until now . If you have any questions, please follow me on facebook (rockleypuntik@yahoo.co.id), Thanks.. ^_^..Loading Lambat ??? Klik versi mobile :EDUCATION FOR OUR COUNTRY - PENDIDIKAN UNTUK NEGERI KITA: April 2011
Home
Models
Methode
Downloads
Articles
Materiku
Techno
Inlink






