Penanganan dan Cara Membangun Keterampilan untuk Anak Autism

Autism atau lebih dikenal dengan sebutan autis tidak jarang kita jumpai, bahkan kita pernah mengalaminya di lingkungan tempat tinggal atau tempat sekolah kita. Perkembangan yang tidak signifikan pada anak Autism tentu mempengaruhi interaksi sosialnya. Nah sekarang Admin akan membahas mengenai masalah Autism dan Pengaruh perkembangan interaksi Sosialnya. Mari kita simak lebih jauh di dalam Artikel ini.
Kegiatan sosial keterampilan untuk anak-anak dengan predikat autism sangat penting terhadap pengobatan gangguan autistik termasuk sindrom Asperger dan meluasnya gangguan perkembangan . Anak-anak dalam spektrum gangguan ini tidak memperoleh kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain. Mereka harus belajar keterampilan ini secara intelektual melalui perawatan dan intervensi yang disengaja oleh orang-orang terdekatnya, termasuk kita sebagai guru.
Untuk itu masalah ini begitu penting terhadap masa depan si anak, walapun secara khusus tidak disebutkan dalam berbagai sumber yang pernah Amin baca. Namun ada beberapa keterampilan yang perlu di kembangkan untuk anak-anak ini, diantaranya adalah Pengajaran Prilaku Sosial.
Proses pengajaran perilaku sosial yang tepat dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil melalui langkah-langkah yang dapat dicapai secara berkesinambungan. Hal ini dimulai dengan observasi. Orang tua dan pengasuh yang meluangkan waktu untuk mengamati anak terlibat dalam kegiatan ini dan bagaimana pendekatan pengembangan interaksi sosial yang tepat bagi mereka.
Ada banyak kegiatan ketrampilan sosial untuk anak-anak autism yang orang tua dan wali dapat mengembangkannya sendiri. Mereka dapat melayani kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan lebih spesifik lagi terhadap anak . Permainan dan cerita-cerita pilihan merupakan langkah pertama yang sangat baik bagi perkembangan sosial mereka, dan tidak selalu perlu untuk membeli kegiatan khusus yang memerlukan biaya besar bagi kalangan menengah ke bawah.
Anak-anak belajar melalui bermain dan ini berlaku untuk semua anak. Autistic anak-anak hanya memiliki cara yang berbeda dari bermain. Ketika orang tua dan pengasuh mengambil waktu untuk menyelidiki kepentingan anak dan kebutuhan sensorik, mereka dapat membuat hubungan emosional penting. Memperkenalkan kegiatan sosial untuk anak-anak autis mencakup belajar bagaimana memainkan masing-masing anak. Tidak ada dua anak pada spektrum autisme yang persis sama, dan demikian pula kepentingan mereka .
Dibawah ini beberapa penanganan khusus jika Penanganan untuk Keterampilan Sosial belum dapat membangun keterampilan mereka. Kita dapat memulainya ketika kita sedang dan tiba dikelas pertama kali,
- Anak duduk di depan/ dekat guru;
- Gunakan isyarat pribadi yang hanya dimengerti guru dan anak agar anak kembali mengerjakan tugasnya;
- Setelah instruksi secara lisan, berikan pula secara tulisan;
- Beri tugas dalam bentuk unit-unit yang lebih kecil;
- Minta bantuan siswa lain untuk membantu melakukan mendampingi pada selama mengerjakan tugas;
Strategi menangani perilaku hiperaktif:
- Memberi kesempatan untuk jeda dari duduknya;
- Beri anak posisi duduk yang memungkinkannya untuk berdiri selama pelajaran tanpa mengganggu siswa lain (posisi dekat dinding kelas, bukan di tengah ruangan);
- Memnafaatkan energi anak untuk meminta bantuannya (seperti membersihkan papan tulis);
- Jika memungkinkan dalam pelajaran ada unsur pergerakan tubuh dan interaksi antar siswa/dengan guru;
- Beri anak dua pilihan kursi, agar ia bisa berpindah dari satu kursi ke kursi yang lain.;
Strategi menangani perilaku impulsif:
- persiapkan siswa untuk masa transisi antar pelajaran
- beri pujian dan penguatan untuk setiap perilaku positif
- beri aturan yang jelas untuk bertindak di dalam kelas
- menjelaskan konsekwensi jika aturan dilanggar dan gunaka secara konsisten.
Selain itu Kita juga perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini agar kita dapat melihat dan memasak secara benar dan tepat, tindakan apa yang harus kita lakukan. Kita sebut saja sebagai terapi.
1. Menentukan Terapi yang cocok untuk anak autis?
Janganlah kita melihat secara sekilas, lihat lah secara lebih mendalam tentang anak/anak didik kita dengan menggunakan asesmen . Asesmen sendiri bertujuan untuk mengetahui tingkat ketidak stabilan emosi anak, tingkat kemampuan yang dimilikinya saat itu, dan mencari tahu apakah terdapat hambatan atau gangguan lain yang menyertai. Bekali diri kita terlebih dahulu dengan mengembangkan ketrampilan-keterampilan dasar seperti, ketrampilan berkomunikasi, dalam hal ini keterampilan menggunakan bahasa ekspresif (mengemukakan isi pikiran atau pendapat) dan bahasa reseptif (menyerap dan memahami bahasa), dan selanjutnya terapkan hal tersebut kepada diri anak, satu per satu bagian keterampilan, jangan berlebihan. Fokuskan untuk menguasai satu keterampilan, misalnya per minggu, minggu berikutnya dengan keterampilan yang lain, dan setelah semua keterampilan dapat dikuasai secara optimal maka kita dapat menggabungkannya dengan berbagai aktivitas kompleks seperti membaca, menulis, bercerita, berdiskusi, membahas masalah yang mereka sukai, rutin setiap hari. Assesmen yang kedua adalah melihat kemampuan mereka mengembangkan keterampilannya sendiri, dari berbagai keterampilan dasar diatas, pasti ada salah satu yang mencolok, misalkan keterampilan bahasa ekspresif ketimbang resetif, maka bantu dia untuk mengembangkan ketrampilan bantu diri atau self-help, ketrampilan berperilaku yang pantas di depan umum, dan lain-lain. Dengan kata lain, terapi untuk anak autis bersifat multiterapi.
2. Cari kendala paling sulit pada saat terapi anak autis?
Jangan kita kira bahwa anak autis adalah anak yang memiliki ribuan aktivitas yang tidak ada hentinya, tidak semua!. Terkandang dan tidak jarang kita menemukan anak yang pendiam. Bahkan tidak mendengarkan instruksi kita sebagai guru/orang tua. Mereka menolak, atau bahkan brontak. Nah hal inilah yang perlu kita cari dan ketahui, khususnya seorang guru yang baru menggenal dengan anak autisnya yang baru saja masuk sekolah.. :-)
Untuk itulah, kita kenali dulu, dan baru lanjut ke tahap berikutnya.
3. Cari tahu bagaimana sikap anak autis saat menjalani terapi?
Ini yang perlu kita ketahui dan kita lihat, sikap. Sikap apa yang mereka munculkan ketika dia sefang menjalani terapi. Anak autis sebagian cenderung tertarik terhadap benda dibandingkan orang yang ada sekitarnya.
4. Apa perubahan yang diharapkan setelah terapi?
Terapi ini memiliki tujuan, yakni tujuan yang ingin kita capai tentunya. Kita berharap misalnya, anak autis mampu berkomunikasi, yang tadinya cenderung bersifat satu arah menjadi dua arah. Pembicaraan dengan mereka menjadi "nyambung". Siapapun, baik kita, orang tua, atau bahkan orang lain akan melihat mereka seperti layangnya anak normal lainnya. Kemudian perubahan lain yang juga diharapkan adalah memiliki ketrampilan bantu diri, kemandirian, serta menyatu dan berfungsi dengan baik di lingkungan sekitarnya. Hasil yang menggembirakan tentu sangat diharapkan oleh seorang guru, apalagi orang tua anak penderita autis itu sendiri. Ini terlihat bila anak tersebut sudah dapat mengendalikan perilakunya sehingga tampak berperilaku normal, berkomunikasi dan berbicara normal, serta mempunyai wawasan akademik yang cukup sesuai anak seusianya. Ingat, bukan memaksa untuk "menjadi" , tetapi membantu untuk "menjadi"
5. Bagaimana mengenai pendidikan anak autis?
Satu lawan satu adalah pendidikan yang paling cocok. Artinya, satu guru satu anak. Namun, perlu diketahui bahwa setiap anak autis memiliki kemampuan serta hambatan yang berbeda-beda. Ada anak autis yang mampu berbaur dengan anak-anak ’normal’ lainnya di dalam kelas reguler dan menghabiskan hanya sedikit waktu berada dalam kelas khusus namun ada pula anak autis yang disarankan untuk selalu berada dalam kelas khusus yang terstruktur untuk dirinya. Anak-anak yang dapat belajar dalam kelas reguler tersebut biasanya mereka memiliki kemampuan berkomunikasi, kognitif dan bantu diri yang memadai. Sedangkan yang masih membutuhkan kelas khusus biasanya anak autis dimasukkan dalam kelas terpadu, yaitu kelas perkenalan dan persiapan bagi anak autis untuk dapat masuk ke sekolah umum biasa dengan kurikulum umum namun tetap dalam tata belajar anak autis, yaitu kelas kecil dengan jumlah guru besar, dengan alat visual/gambar/kartu, instruksi yang jelas, padat dan konsisten, dsb).
7. Bagaimana metode belajar yang tepat bagi anak autis?
Metode belajar yang tepat bagi anak autis disesuaikan dengan usia anak serta, kemampuan serta hambatan yang dimiliki anak saat belajar, dan gaya belajar atau learning style masing-masing anak autis. Metode yang digunakan biasanya bersifat kombinasi beberapa metode. Banyak, walaupun tidak semuanya, anak autis yang berespon sangat baik terhadap stimulus visual sehingga metode belajar yang banyak menggunakan stimulus visual diutamakan bagi mereka. Pembelajaran yang menggunakan alat bantu sebagai media pengajarannya menjadi pilihan. Alat Bantu dapat berupa gambar, poster-poster, bola, mainan balok, dll. Pada bulan-bulan pertama ini sebaiknya anak autis didampingi oleh seorang terapis yang berfungsi sebagai guru pembimbing khusus
8. Pengajar seperti apa yang dibutuhkan bagi anak autis?
Pengajar yang dibutuhkan bagi anak autis adalah orang-orang yang selain memilii kompetensi yang memadai untuk berhadapan dengan anak autis tentunya juga harus memiliki minat atau ketertarikan untuk terlibat dalam kehidupan anak autis, memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, dan kecenderungan untuk selalu belajar sesuatu yang baru karena bidang autisma ini adalah bidang baru yang selalu berkembang.
9. Suasana belajar seperti apa yang dibutuhkan anak autis?
Tergantung dengan kemampuan dan gaya belajar masing-masing anak autis. Ada anak autis yang mencapai hasil yang lebih baik bila dibaurkan dengan anak-anak lain, baik itu anak ’normal’ maupun anak-anak dengan kebutuhan khusus lainnya. Ada anak autis yang lebih baik bila ditempatkan pada suasana belajar yang tenang, tidak banyak gangguan atau stimulus suara, warna, atau hal-hal lain yang berpotensi mengalihkan perhatian.
10. Apa saja yang diajarkan dalam pendidikan anak autis?
Komunikasi (bahasa ekspresif dan reseptif), ketrampilan bantu diri, ketrampilan berperilaku di depan umum, setelah itu dapat diajarkan hal lain yang disesuaikan dengan usia dan kematangan anak serta tingkat inteligensi,.
11. Sampai umur berapa tahun anak autis mendapat pendidikan khusus?
Ya tergantung sama kemampuan anak kita, jika memadai terhadap gaya belajar anak, serta sejauh mana kerjasama antara orangtua atau pengasuh dengan pendidik atau terapis.
12. Umur berapa anak sudah dapat dilepas masuk ke sekolah umum?
Lagi-lagi hal ini tergantung pada kemampuan anak.
13. Berapa besar kemungkinan anak autis berbaur dengan murid lain di sekolah biasa?
Kemungkinan selalu ada. Akan tetapi semua itu tergantung pada kemampuan anak autis tersebut dan apakah sistem pendidikan atau fasilitas di sekolah ’biasa’ itu mendukung berbaurnya anak autis dengan murid-murid lain dalam kelar reguler.
14. Apakah pada akhirnya anak autis dapat hidup di lingkungan umum tanpa perlakuan khusus?
Untuk beberapa kasus yang amat jarang terjadi (sampai saat ini), ada individu dengan autisma dengan kemampuan berkomunikasi yang memadai, tingkat inteligensi yang memadai, serta pendidikan dapat mendukung dirinya untuk mandiri dan berbaur dengan lingkungan tanpa perlakuan khusus. Hal ini bergantung pada faktor internal (diri anak autis sendiri) dan faktor eksternal, yaitu lingkungan, apakah sistem di lingkungan mendukung atau memungkinkan anak autis untuk dapat berfungsi secara baik dalam kesehariannya.
Sumber:
http://www.parenting.co.id/archive/web/article/article_detail.asp?catid=2&id=12
http://www.thegraycenter.org/social-stories
Pelatihan Pendidikan Berkarakter Untuk Sekolah

Sekolah Anda mungkin baik-baik saja, tapi pendidikan karakter unggul mengajarkan kepada seluruh anak tentang apa yang telah mereka pelajari. Terus-menerus meningkatkan anak sebagai "orang" dan melengkapi sang anak untuk menggunakan dengan baik apa yang telah dipelajarinya di lingkungan yang lebih besar dalam kehidupannya.
DESAIN
KARAKTER PENTING! apakah program etis dirancang untuk tujuan membawa mereka bersama-sama ke publik untuk aturan etika bahasa umum? Hal ini menyentuh pada anak-anak itu sendiri, rumah, masyarakat, dan kota yang meraka tinggali pada umumnya. Ini menciptakan kesadaran moral dalam pengembangan karakter, menghasilkan masyarakat sensitif terhadap nilai-nilai transenden. Ini etis yang ideal yang didasarkan pada kualitas, sangat dihormati di semua komunitas dunia, dari masa lalu sampai sekarang, dan merupakan fondasi yang kredibel demokrasi didasarkan.
Apa saja nilai itu ?
Nilai-nilai etika yang digunakan dalam KARAKTER PENTING! adalah menjadikan mereka beriman dan bertaqwa, layak dipercaya, hormat, tanggung jawab, keadilan, peduli, dan kewarganegaraan yang baik.
PENGEMBANGAN INTEGRITAS
Melalui program ini etika dasar itu adalah kesenangan kita untuk melatih seluruh sekolah, menunjukkan bagi mereka bagaimana mengembangkan sifat integritas dan kepatuhan terhadap hukum sebagai warga negara ketika meraka dimasyarakat, di rumah, dan dalam sistem sekolah . Kami percaya lebih dari sebelumnya, kita perlu menempatkan alat pendidika moral dalam kehidupan anak-anak yang akan membantu mereka mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, dan mampu membedakan yang benar diantara yang salah !
MENCIPTAKAN SEBUAH KEKAGUMAN DALAM DIRI ANAK UNTUK KUALITAS KARAKTER MEREKA.
Kami ingin membuat kekaguman bagi kualitas karakter yang menjamin anak se usia mereka memiliki pilihan tepat dalam dilema moral. Memiliki tanggung jawab pribadi sangat mengagumkan, berperilaku yang didalamnya memiliki konsekuensi. Tak salah lagi , keluarga adalah kunci kedua, keluarga tersebut dapat memberikan fondasi yang berbudi luhur yang membentuk keyakinan yang kuat dan hati nurani. Mereka mampu sadar bahwa sebenarnya karakter mereka mampu mengimbangi segala yang salah dari yang benar, dan yang benar diantara yang slah, sehingga mereka mampu menciptakan nilai batiniah yang tidak mudah terubah oleh lingkungan yang salah.
BELAJAR PELAJARAN SEJARAH
Doronglah anak untuk mempelajari pelajaran sejarah: bahwa tidak ada bangsa yang dapat melebihi kekuatan moralnya.
MENANAMKAN NILAI KEBAIKAN DI DALAM KELAS
Kita melihat upaya ini memberikan kontribusi strategi moral yang tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai di sekolah-sekolah kita, masyarakat, masyarakat nasional, dan keluarga internasional bangsa-bangsa. Kita telah melihat bahwa ajaran kebenaran moral invariabel, yang konsisten, beton, dan budaya kreatif, sehingga dapat melakukan semua hal ini.
AMAN DARI NARKOBA !
Kebijakan ini menghasilkan sekolah yang aman dan bebas dari narkoba. Anak-anak, rumah, dan lingkungan dibawa ke pemahaman tentang kasih sayang, kesetiaan kepada nilai-nilai karakter, dan penghormatan terhadap perbedaan etnis di setiap individu yang hidup di planet ini.
SEBUAH ARENA PEMBELAJARAN
Kepala sekolah, guru dan orang tua mengungkapkan pujian nya kepada anak! Guru berulang kali menegaskan bagaimana kelas mereka telah menjadi ajang pembelajaran, disiplin, dan prestasi etis. Ketiga peranan tersebut sangat penting, kami sebut dengan "The Triple Keys".
Memang tidak mudah untuk melakukan hal di atas, maka dari itu peranan "The Triple Keys" sangatlah penting. Kerjasama, konstribusi, layanan, penyuluhan, pengawasan, serta hak layak, merupakan faktor penting dari "The Triple Keys".
Sekian, terima kasih.
Administrator.
Kunci Keberhasilan Pendidikan "Berkarakter" 2012

Tahun 2012 menuju pendidikan berkaraktakter, pasti kata itu sering kita dengar apalagi bagi orang-orang yang berada pada bidang pendidikan.
Pendidikan berkarakter itulah yang di gencarkan oleh pemerintah, melihat pendidikan kita sekarang dalam keadaan yang terpuruk, dikatakan terpuruk karena pelajar yang seharusnya menjadi anak yang bermoral malah menjadi anak yang tidak tahu norma. Inilah yang pemrintah inginkan. Namun apakah hal ini akan tercapai jika kurikulum tetap diganti dengan kurikulum berbasis karakter.
Apa sebenarnya kurikulum pendidikan berkarakter? Sejak beberapa tahun ini muncul istilah pendidikan berkarakter untuk mengintrodusir dunia pendidikan supaya memedulikan pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik. Mirip dengan itu, belasan tahun yang lalu pernah diwajibkan memberikan pelajaran Budi Pekerti di sekolah. Bahkan tercatat juga pernah muncul keharusan mengintegrasikan iman dan taqwa (imtaq) dalam setiap pembelajaran di sekolah.
Dengan pendidikan berkarakter diharapkan keseluruhan proses pendidikan yang dialami peserta didik menjadi pengalaman dalam pembentukan kepribadian dengan cara memahami dan mengalami sendiri nilai-nilai, keutamaan-keutamaan moral, nilai-nilai ideal agama dan budaya.
Sesuai wacana yang berkembang, secara sederhana pendidikan berkarakter adalah segala sesuatu yang dilakukan sehingga memengaruhi karakter peserta didik. Thomas Lickona, dalam Education for Character mendefinisikan bahwa pendidikan berkarakter adalah usaha sengaja untuk membantu orang memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti.
Inilah solusi pemerintah untuk menghasilkan peserta didik yang mampu sesuai tujuan Negara yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa.
Dapat dilihat dari berbagai sisi ide tentang kurikulum ini.
Pertama, jika kita berfikir standar memang bagus memberikan pelajaran atau cara belajar anak dengan kurikulum berkarakter agar murid berlatih jujur, sabar, terampil, spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia. Dalam pelajarannya anak dituntut seperti itu
Kedua, apakah cukup dengan pendidikan disekolah nantinya anak benar-benar dapat bersifat seperti itu sedangkan dilikungan sendiri masih banyak yang harus diperbaiki, contoh budaya anak muda yang pacaran, jika seorang anak melakukan pacaran, seks bebas, maka nilai akhlak mulia tidak hilang dan tujuan untu menjadi anak-anak yang berkarakter gagal.
Ketiga, jika anak-anak dilatih untuk berakhlak mulia dengan pendidikan berkarakter ini sudahkah para guru dan penguasa atau orang yang dianggap tua oleh anak-anak memberikan contok yang terpuji juga. Tidak cukup dengan guru yang mengajar lulus dari mata kuliah karakter sekarang dinamakan dengan PPG (pendidikan profesi guru) juga mencakup bagaimana guru memahami dan melatih anak menjadi berkarakter yang mulia, tepatnya menjalankan perintah Allah.
Jika pendidikan berkarakter ini terus dibumingkan dan akan diterapkan dalam dunia pendidikan Indonesia, maka jelas sudah bahwa Indonesia belum berkarakter alias moral dan akhlak anak-anak atau pemuda belum berkarakter.
Lalu apa penyebab dari ini semua, mengapa Indonesia harus sering berganti system kurikulumnya?.inilah sebenarnya fakta yang sudah jelas didepan mata bagaimana system pendidikan kita yang bermasalah, apapun kebiakan pemerintah tidak ada yang bisa menghasilkan anak didik yang sesuai dengan tujuan yang mampu membangkitkan umat dan taat pada Allah.
Jika kita mau berfikir bahwa kita adalah orang islam pasti lah segala peraturan itu sudah ada yang membuatnya yaitu Allah, islam telah mengatur bagaimana system pendidikan yang tepat bukti ketika masa zaman kejayaan islam dulu tidak perlu ganti-ganti kurikulum tetapi pemuda islam sudah mampu menjadi luar biasa, anak 7 tahun sudah bisa mengahafal alqur’an, banyak cendekiawan muslim yang tidak hanya ahli dalam satu hal tapi berbagai hal. Kuncinya adalah taat pada peratuaran Allah dan menjauhi larangan Allah. Didukum pula dengan system islam yang kaffah sehingga dimanapun berada akan diatur oleh peraturan islam. Berbeda dengan sekarang ingin mempertbaiki masalah pendidikan tapi masalah social rusak, ekonomi yang sulit sehingga tidak jarang anak-anak nekat mencuri untuk memenuhi kebutuhannya, budaya barat menjamur,jika tidak pacaran tidak keren. Itulah yang terjadi sekarang. Masalah ini bukan masalah parsial (sebagian) tapi masalah menyeluruh maka harus diselesaikan secara menyeluruh. Dan jelas bahwa sebenarnya islam punya solusi yaitu yaitu dengan menaati segara peraturan Allah, peraturan itu tidak akan sempurna jika tidak ada intitusi yaitu Negara. Maka daulah islam lah (khiLAFAH islamiah) yang dapat menjalankan peraturan islam secara kaffah. Pendidikan tidak perlu lagi tambal sulam karena islam mengatur secara menyeluruh.
Jadi sebenarnya kurikulum pendidikan berkarakter itu tidak bisa dikatakan sebagai solusi untuk anak didik sekarang selagi system kufur kapitalis sekuler ini masih mencekram dunia, maka dari itulah sadarlah bahwa ummat islam harus bangga dengan islamnya dan wajib menjalankan seluruh aturan Islam.
Spesies Dinosaurus Baru - Titanoceratops

Titanoceratops dapat menjadi anggota tertua dari Triceratops
Sebuah fosil tengkorak eksentrik dalam sebuah museum Oklahoma ( Sam Noble Museum, Univ. of Oklahoma) mungkin merupakan jenis baru dinosaurus, raksasa bertanduk spesies awal yang belum ditemukan.
Tengkorak parsial denga panjang 1,2 meter , ditemukan bersama dengan beberapa tulang, patut diakui sebagai suatu spesies di dalam ras nya sendiri, kata Nick Longrich dari Yale University. Spesimen awalnya ditemukan pada tahun 1941 di sebuah batu yang berumur 74-juta-tahun di barat laut New Mexico. Sebuah rekonstruksi saat ini melotot mengarahkan pengunjung di Museum Sejarah Alam Sam Noble di Norman, Okla. Sampai saat ini, ahli paleontologi menemukan diperlakukan sebagai spesimen ganjil besar dari spesies dinosaurus Pentaceratops yang diketahui dari daerah Barat Daya.
Binatang ini mungkin beratnya 6.550 kg, menyaingi Triceratops dan gajah modern yang sering kita jumpai sekarang. Kepala, salah satu yang terbesar dari setiap hewan darat dikenal, adalah diperkirakan 2,6 meter. Dalam Penelitian yang dilakukan oleh Longrich christens, spesies itu diberi nama Titanoceratops Ouranos. Spesies baru ini akan menambah satu cabang dari dinosaurus ke rantai keluarga Triceratops dan akan berarti bahwa ukuran memang besar ada sekitar 5 juta tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, katanya.
Jika Longrich benar bahwa raksasa mulai diversifikasi sebelumnya, "Itu akan menunjukkan ada banyak yang belum ditemukan dinosaurus bertanduk terbungkam tanah di luar sana," kata Andrew Farke dari Raymond M. Alf Museum Paleontologi di Claremont, California
Tengkoraknya sebelumnya ditemukan pada tahun 1941 menghabiskan 54 tahun di museum penyimpanan sebelum peneliti membersihkan dan menyiapkannya untuk ditampilkan dengan mengisi bagian yang hilang, dengan asumsi itu adalah spesies Pentaceratops.
Sekarang, Longrich mengatakan ia telah melihat fosil dalam profil baru. Membandingkan ciri-ciri pada dinosaurus bertanduk, ia menemukan bahwa lubang hidung tengkorak ', posisi hidung, beberapa rongga di dalam tengkorak dan banyak fitur lebih tidak mirip Pentaceratops tetapi mereka dari keluarga Triceratops dan raksasa Torosaurus. Dalam skor puluhan sifat, yang ditemukan secara keseluruhan fosil tersebut tampak seperti relatif awal dari spesies dinosaurus, begitulan ia menyimpulkan.
Spesimen ini telah "bermasalah," diakui oleh Farke. "Sekarang, saya skeptis tetapi lebih konvinsibel pada validitas Titanocerotops," katanya. Perbedaan antara tulang spesimen dan tubuh dari Pentaceratops kecil kemungkinan bisa dibangun ketika spesies ini tumbuh , ujar Farke .
John Scannella dan Denver Fowler di Museum of the Rockies di Montana State University Bozeman juga mempertimbangkan spesimen Pentaceratops yang dewasa . "Jika Anda menemukan bentuk dewasa ini mungkin akan terlihat berbeda dari sebelumnya yaitu ketika masih tahap pertumbuhan - kami melihat ini dalam setiap seri pertumbuhan yang telah dijelaskan untuk dinosaurus," kata Scannella.
Dinosaurus Mengira pada berbagai tahap pertumbuhan spesies yang berbeda mungkin menjadi masalah luas, kata Jack Horner, yang juga dari Museum of the Rockies. "Saya pikir sebagian besar spesimen dinosaurus kita menemukan mewakili ukuran subtansinya," katanya. Dia dan Scannella tahun lalu berpendapat bahwa apa yang sekarang dianggap sebagai spesies Triceratops hanya tahap pertumbuhan dinosaurus muda bertanduk yang berbeda, seperti Torosaurus.
Sumber : http://www.sciencenews.org
Hello, My name is Hary Kurniadi. I am from Barito Kuala District. I am an elementary school teacher. I taught at the SDN Jejangkit Muara 2. I am also currently studying at a State University, in "Lambung Makurat University", Program DII - S1 PGSD, FKIP. I am pleased with the existence of this blog. I'll write if I understand, and I'll share if I know. "Go forward and look ahead, it is just a mirror behind you!". Sorry, my English was bad until now . If you have any questions, please follow me on facebook (rockleypuntik@yahoo.co.id), Thanks.. ^_^..Loading Lambat ??? Klik versi mobile :EDUCATION FOR OUR COUNTRY - PENDIDIKAN UNTUK NEGERI KITA: May 2011
Home
Models
Methode
Downloads
Articles
Materiku
Techno
Inlink






