Memahami Konsep Luas Bangun Datar untuk Anak Sekolah Dasar
Nah, kita ini kan guru, guru harus cerdas duluan sebelum mencerdaskan anak buahnya, Yuk, kita belajar bersama-sama tentang materi materi ajar kita. Pertamax , kita aka pelajari tentang luas Bangun Datar, sebelum kita mengarak ke hitung-menghitung Luas Bangun Darat, kita harus kenalkan dulu konsep pengenalannya. Sungguh ironis sekali jika kita menyuguhkan semua rumus yang dikemas kedalam tabel, kemudian memerintahkan kepada mereka untuk , menghapal semua rumus dalam satu waktu. Jika demikaian mereka bukan akan menjadi sesorang yang "memahami" namun lebih tepatnya adalah sebagai "mesin penghapal"
Menurut teori yang di kemukakan oleh Bruner, Tidak hanya tingkat kedalaman konsep yang diberikan pada siswa tetapi harus disesuaikan dengan tingkat kemampuannya, cara penyampaian materi pun demikian pula. Guru harus mengetahui tingkat perkembangan mental siswa dan bagaimana pengajaran yang harus dilakukan sesuai dengan tahap-tahap.
Sebelum membahas mengenai kegiatan yang kita lakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa, ada baiknya kita tau bagaimana sih penerapan yang dikemukakan oleh Bruner dalam pembelajaran matematika usia Sekolah Dasar ? Berikut ini penjelasannya :
Aplikasi Teori Bruner Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Penerapan teori belajar Bruner dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan:
1. Sajikan contoh dan bukan contoh dari konsep-konsep yang anda ajarkan.
Misal : untuk contoh mau mengajarkan bentuk bangun datar segiempat, sedangkan bukan contoh adalah berikan bangun datar segitiga, segi lima atau lingkaran.
2. Bantu si belajar untuk melihat adanya hubungan antara konsep-konsep.
Misalnya berikan pertanyaan kepada sibelajar seperti berikut ini ” apakah nama bentuk ubin yang sering digunakan untuk menutupi lantai rumah? Berapa cm ukuran ubin-ubin yang dapat digunakan?
3. Berikan satu pertanyaan dan biarkan biarkan siswa untuk mencari jawabannya sendiri. Misalnya Jelaskan ciri-ciri/ sifat-sifat dari bangun Ubin tersebut?
Sebagai pengantar dalam memahami konsep luas, dapat dimulai dengan kegiatan berikut.
a. Menutup benda yang memiliki permukaan datar (misalnya meja) dengan berbagai bangun datar yang lebih kecil sebagai satuan luas, Misalnya lihat gambar dibawah ini :
Kemudian hitunglah banyaknya satuan luas penutupnya. Hasil hitungan tersebut merupakan luas daerah yang diukur dengan satuan yang tidak baku.
Setelah itu lanjutkan dengan benda yang memiliki permukaan datar lainnya, misalnya papan tulis dan sebagainya.
Catatan:
Meskipun hasil ini belum menunjukkan luas secara tepat tetapi cukup untuk mengantarkan siswa menuju pengertian luas yang sebenarnya.
b. Menggambar bangun datar kemudian ditutup dengan gambar bangun datar yang lain yang lebih kecil sebagai satuan luas, misal seperti pada Gambar berikut.
Kemudian hitunglah banyaknya satuan luas penutupnya. Hasil hitungan tersebut merupakan luas daerah yang diukur dengan satuan yang tidak baku.
Setelah itu lanjutkan dengan bangun datar lainnya, misalnya jajargenjang, segitiga dan sebagainya.
c. Setelah itu buatlah tabel seperti di bawah ini untuk mempermudah pemahaman mengenai pemahaman mengenai luas.
Dari Tabel 2.1 di atas, maka akan terlihat bahwa ’persegi’ merupakan satuan yang paling mudah dibayangkan dan menutup secara rapat.
Dalam pembicaraan selanjutnya, kita tidak mesti mencantumkan satuan luas yang sudah baku seperti cm^2, m^2 dan sebagainya, tetapi satu persegi satuan secara umum.
Dengan kegiatan ini diharapkan siswa dapat menyimpulkan bahwa luas bangun datar adalah banyaknya satuan luas yang dapat digunakan untuk menutup (secara rapat) daerah tersebut.
Demikian untuk persegi, untuk posting selanjunya kita akan membahas konsep bangun datar lain. Sampai Jumpa lagi... ^_^
Semoga Bermanfaat..
ADMIN #1
Resource: )* Dari berbagai sumber.
Catatan Kelas Ku.. ( 5,75 Nilaiku Yang Paling sempurna )
Sekedar Sharing aza gan......^_^
---------------------------------------------------------------------------------
"Wah, muridku dapat nilai 9,00"
"Hahahaha,, ... Muridku dapat Nilai 10,00"
"Muridku juga lumayan, dapet 8,75"

---------------------------------------------------------------------------------//
Senengnya ndenger nilai murid2 "mereka" yaaa... ^_^
Kalo murid ane malah dpt nilai sempurna, 5,75.
Lho kok sempurna ??? Begini critan....
Ane punya murid yang dibilang dah buntet bin mampet,,
Luambaaaaat banget loadingx dah kalo disuruh ngerjain soal MTK, loadingx bak pentium II RAM 64Mb.
Udah dibumbui macam2 teknik, metode, media, ampe "face to face", tetap ga mempan,..
Satu-satux jalan cuma bikin " T A R G E T"
Testing dimulai,,Dari 7 kali Pra Try Out dapetnya :3,00, 5,50, 4,25, 5,25; 5,00 ;5,75 ; 6,50
Ane tanya tuh murid setelah ane dah dapat nilai sedemikian rupa di atas,,
Ane tanya gini,. "Nak, kamu punya cita2 kan ?? Pasti punya donk? Iyakan ?? Nah, cita2 kamu itu adalah target hidup kamu, Sekarang... dari mana mulaix ?? Ya jelas dari kelas ini donk, mau dari mana lagi ??? Disinilah kamu mulai, dan akan terussssssss sampe kamu buyuten... Kamu harus punya target,. Target itu nilai yang ingin kamu peroleh di UN nanti. Bapak tanya nih, Targetmu brapa nak ?, Jangan pandang temanmu, pandang saja dirimu, teman2mu itu makananx besi dan baja, kalo kamu setiap harinya makan nasi. jadi mereka dikit pinter dari kamu, dan kamu ga bodoh lhooo, kamu kurang pinter aza, (padahal sama dalam hati nih..wkwkwk). Jdi buat dirimu cerminan bagi dirimu pula,,Ok. !! "
Dia jwab sambil mikir "Ok, pak,, tpi ..eee, gimana ya pank,, eeee,, bingung na pak,, ya udah, saya ga pinter2 amat, kalo saya liat di tabel nilai saya kemaren, kyax 5,75" pak."
Ane jawab . " Jgn kyax2, yang pasti dong,harus yakin . . ..,"
Dia jwab, " Iya pak, 5,75 !!!"
Ane jwab lagi "Bagus, Lanjutkan...!! " Sambil mengacungkan jempol ke depanx..
Dia jwab lagi, " Tankyu pak !!" Sambil berdiri degn tatapn yg tajam dengan keyakinan yang dipncarkan lewan matax. wayoooooooo
Uji coba pun ane mulai,,
3 kali try out, 5,00, 5,75, 5,75,Ane bilang dalam hati,, "Top Markotop !!!!"---------------------------------------------------------------------------------------
Menunggu UN.....))
Sedang UN .......((
Selesai UN.......))
--------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa minggu kemudian,,,........Datanglah sang "pengumuman", yang jadi momok bagi meraka, Ane yang lebih dulu pegang, jadi ane jg yg duluan mncicpi nilai mreka,, ^_^
tak sabar membuka amplop dinas..Mata ane tertuju sama yang punya hajat,,
Bravo,,. 5,75
muncul dilembaran ketas putih yg bertandatangankan Kepala Dinas Provinsi.
Ga pecaya nih ane,, liat sekali lagi dengan mata lebih ditonjolkan kedepan.....
Ane liat tuh,,,
tenyata beneran 5,75..
"Sempurna", kata ane dlam hati.Nilai yang sempurna bagi ane, "targetnya tepat sasaran",Ane ga peduli berapa nilai meraka, ane cuma peduli proses, ga penting tuh nilai,, walaupun berkokok kokok tuh se-kabupaten kecamatan provinsi menonjol nonjolkan nilai yang mreka punya,, Ane ga peryaca ama nilai , nto cuma mitos tok !!!Ane bangga, ane bangga dengan apa yg murid ane dapatkan,, Mereka akan ingat sampai tua nanti bahwa
" Akulah yang membuat angka 5,75 terukir di ijazah nya"
Dengan begitu, apa yg kita ajarkan kepada meraka, "tulisan, lisan dan laku" akan diingatnya, sepanjang hayatnya... Tak kan sia-sia ilmu kita . . . .
"Save you Time, save your Choise, Save Your Point Forward !!!"-------------
Resource : Facebook Note
Konsep Jigsaw Pada Pembelajaran IPA
Latar Belakang Jigsaw
Sejarah Jigsaw
Pelaksanaan Jigsaw secara Umum dalam Proses Pembelajaran 1
Pelaksanaan Jigsaw secara Umum dalam Proses Pembelajaran 2
Tujuan pendidikan dasar adalah mengembangkan sikap dan memberi kemampuan dasar untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikaan menengah. Maka untuk meningkatkan mutu pendidikan pemerintah selalu mengembangkan kurikulum dan sistem pembelajaran. Demikian pula dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) selalu diadakan inovasi. IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Berdasarkan pada pendekatan keterampilan proses pembelajaran IPA mencakup proses perolehan pengetahuan melalui pengamatan, penggalian, penelitian, penyampaian informasi dan produk (pengetahuan ilmiah) yang diperoleh dari berfikir dan bekerja ilmiah. Cara tersebut diharapkan dapat membantu siswa dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu mata pelajaran yang penting bagi siswa karena peranannya yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Beberapa faktor tersebut adalah :
Pencapaian prestasi belajar anak tidak hanya tergantung dari anak itu sendiri, akan tetapi juga dipengaruhi oleh faktor luar dari diri anak yang sedang melakukan pembelajaran. Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004:138) prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor-faktor mengenai prestasi belajar dikemukakan Slameto (2003: 54-72) yaitu prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri anak (interen) dan faktor yang berasal dari luar anak (eksteren).
Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Faktor Interen
Faktor interen yang dimaksud di sini adalah faktor yang berasal dari dalam individu yang belajar, yaitu faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan.
Banyak faktor jasmaniah yang mempengaruhi prestasi belajar di antaranya adalah sehat yang berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-bagiannya atau bebas dari penyakit. Faktor psikologis juga mempengaruhi prestasi belajar antara lain : intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan. Faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu kelelahan, kelelahan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh. Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan atau untuk mendapatkan sesuatu hilang. Agar siswa dapat belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan dalam belajar.
3) Faktor Eksteren
Faktor eksteren yang dimaksud adalah faktor yang berasal dari luar individu yang belajar yaitu faktor lingkungan, sarana fisik dan non fisik yang menunjang proses belajar mengajar. Kondisi ekstern yaitu mengenai hal-hal dalam situasi belajar dapat dikontrol oleh pengajar sehingga kondisi belajar yang eksteren dapat diatur atau dikontrol dan hanya merupakan suatu bagian dari proses belajar mengajar, tetapi termasuk tugaas guru yang utama dalam mengajar. Yang termasuk faktor eksteren antara lain ruangan, udara, hubungan guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan siswa dengan lingkungan sekolah.
Sekolah sebagai tempat pendidikan formal merupakan tempat penggemblengan anak dalam mewujudkan prestasi belajar yang optimal. Karena sekolah yang didasari oleh adanya tenaga guru yang professional dalam menangani masalah pendidikan anak. Sehingga tugas-tugas perkembangan anak akan mendapat pelayanna yang tepat.
Masyarakat sebagai tempat anak mengaktualisasi pengalaman belajar yang diperolehnya akan turut berpengaruh dalam kreatfitas dan kedisiplinan anak. Anak akan disiplin dalam belajar karena adanya tuntutan kompetitif positif dari lingkungan.
Dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi anak, pendidik lebih berhati-hati dalam setiap menjalankan tugas keprofesionalannya. Karena dari tugas guru ini akan menumbuhkan generasi bangsa yang siap meneruskan kepemimpinan bangsa mewujudkan manusia yang berkualitas mampu membangun dirinya, bangsa dan negara.
Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1990: 102) membagi faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu:
1) Faktor Individual
Faktor individual merupakan faktor yang ada pada diri individu sendiri yang terdiri dari aspek fisiologis bersifat jasmaniah, aspek psikologis bersifat rohaniah, latihan dan ulangan, motivasi dan sifat-sifat pribadi seseorang.
2) Faktor dari luar individu
Faktor dari luar diri individu meliputi faktor keluarga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat belajar serta lingkungan dan kesempatan. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah faktor individu yang belajar dan sebagai faktor pendukung adalah faktor dari luar individu.
b. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam
Menurut Abdullah & Eny Rahma (1998: 18), IPA merupakan “pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain”.
Leo Sutrisno, Hery Setyadi & Kartono (2007: 1-19), menyatakan ” IPA merupakan usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat (correct) pada sasaran, serta menggunakan prosedur yang benar (true) dan dijelaskan dengan penalaran yang sahih (valid) sehingga dihasilkan kesimpulan yang betul (truth).
Krajcik S. Joseph, Czerniak M. Charlene and Berger Carl (1999: 12) “ Science was created by humans to predict and explain events and fenomena.”
Artinya ilmu pengetahuan merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh manusia dan peristiwa alam yang terjadi.
Dalam pembelajaran IPA mencakup semua materi yang terkait dengan objek alam serta persoalannya. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya.
Maskoeri Jasin (2006: 36) menyebutkan “ Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Alamiah (Natural science) membahas tentang alam semesta dengan semua isinya dan terdiri dari tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia.” Pada apek Fisika IPA lebih memfokuskan pada benda-benda tak hidup. Pada aspek Biologi IPA mengkaji pada persoalan yang terkait dengan makhluk hidup serta lingkungannya. Sedangkan pada aspek Kimia IPA mempelajari gejala-gejala kimia baik yang ada pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di alam.
Pendidikan IPA menjadi suatu bidang ilmu yang memiliki tujuan agar setiap siswa terutama yang ada di SD memiliki kepribadian yang baik dan dapat menerapkan sikap ilmiah serta dapat mengembangkan potensi yang ada di alam untuk dijadikan sebagai sumber ilmu dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian pendidikan IPA bukan hanya sekedar teori akan tetapi dalam setiap bentuk pengajarannya lebih ditekankan pada bukti dan kegunaan ilmu tersebut. Bukan berarti teori-teori terdahulu tidak digunakan, ilmu tersebut akan terus digunakan sampai menemukan ilmu dan teori baru. Teori lama digunakan sebagai pembuktian dan penyempurnaan ilmu-ilmu alam yang baru. Hanya saja teori tersebut bukan untuk dihafal namun di terapkan sebagai tujuan proses pembelajaran. Melihat hal tersebut di atas nampaknya pendidikan IPA saat ini belum dapat menerapkannya.
Perlu adanya usaha yang dilakukan agar pendidikan IPA yang ada sekarang ini dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan awal yang akan dicapai, karena kita tahu bahwa pendidikan IPA tidak hanya pada teori-teori yang ada namun juga menyangkut pada kepribadian dan sikap ilmiah dari peserta didik. Untuk itu maka kepribadian dan sikap ilmiah perlu ditumbuhkan agar menjadi manusia yang sesuai dari tujuan pendidikan.
Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan dididapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus di sempurnakan.
c. Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, Depdiknas (2008 : 148) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD atau MI adalah :
1) Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
2) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3) Mengembangkan rasa ingin tau, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat.
4) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.
5) Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
6) Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
7) Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.
d. Pendekatan dalam Pembelajaran IPA SD
Ilmu pengetahuan sebagai produk tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sebagai proses. Produk IPA adalah fakta-fakta, konsep-konsep dan prinsip-prinsip serta teori-teori. Fakta dalam IPA adalah pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar-benar ada, atau peristiwa yang betul-betul terjadi dan sudah dikonfirmasi secara objektif. Konsep IPA adalah suatu ide yang mempersatukan fakta-fakta IPA. Konsep merupakan penghubung antara fakta-fakta ada hubungannya. Kemudian prinsip IPA adalah generalisasi tentang hubungan diantara konsep-konsep IPA. Sedangkan teori ilmiah merupakan kerangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep-konsep danprinsip-prinsip yang saling berhubungan. Srini M.Iskandar (2001: 49) Dalam mempelajari IPA diperlukan beberapa pendekatan atau strategi yang digunakan yaitu :
Keterampilan proses IPA yang ada pada anak SD merupakan modifikasi dari keterampilan proses IPA yang dimiliki para ilmuan sebab disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak dan materi yang diajarkan. Aspek-aspek keterampilan proses IPA terdiri dari delapan hal yaitu: pengamatan, pengklasifikasian, pengukuran, pengidentifikasian dan pengendalian variable, perumusan hipotesis, perancangan sksperimen, penyimpulan hasil eksperimen, dan pengkomunikasian hasil eksperimen.
Yang menjadi tujuan utama STM adalah murid-murid setelah lulus sekolah menjadi warga Negara yang mampu untuk mengambil keputusann tentang masalah-masalah di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sains dan teknologi.
Dari tiga pendekatan di atas, dalam pembelajaran IPA metode Kooperatif jigsaw dapat dimodifikasi dengan pendekatan di atas. Selain itu masih banyak metode-metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA khususnya di Sekolah Dasar.
Lebih lengkapnya, proses jigsaw dapat dilihat dari penjelasan di bawah ini :
Metode jigsaw mendorong guru untuk memperhatikan latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa lebih aktif agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Siswa bekerja sama dengan sesame siswa dalam suasana gotong-royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Jigsaw merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang pertama kali dikembangkan oleh Elliot Arronson di Universitas Texas dan merupakan salah satu metode pembelajaran yang berhasil dikembangkan oleh Robert E. Slavin.
Robert E. Slavin (2008: 14) mengemukakan bahwa “Teknik jigsaw siswa bekerja dalam anggota kelompok yang sama, yaitu 4 orang dengan latar belakang yang berbeda”.
Isjoni (2009: 77) menyatakan “Jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Dalam model pembelajaran jigsaw terdapat tahap-tahap dalam pembelajarannya. Tahap pertama siswa dikelompokkan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil.
The Jigsaw method is a cooperative learning technique in which students work in small groups. In this method, each group member is assigned to become an "expert" on some aspect of a unit of study. After reading about their area of expertise, the experts from different groups meet to discuss their topic, and then return to their groups and take turns teaching their topics to their groupmates (olc.spsd.sk.ca/de/PD/coop/page4.html , 23 maret 2010).Artinya bahwa metode jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif dimana siswa dalam bekerja membentuk kelompok kecil. Dalam metode ini, masing-masing anggota kelompok ditunjuk sebagai ahli/pakar untuk menjdi kelompok pakar dalam aspek yang telah dibagi. Setelah mendalami materinya dalam kelompok pakar, mereka kembali ke kelompok awaluntuk mendiskusikan materi tersebut dengan kelompoknya.
Dalam metode jigsaw, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang disebut kelompok semula (home teams). Materi diberikan sejumlah anggota tim dan masing-masing individu ditugaskan memilih topik mereka. Kemudian siswa dipisahkan menjadi kelompok pakar (expert groups) yang terdiri dari seluruh siswa di kelas yang mempunyai bagian informaasi yang sama. Di grup pakar, siswa saling membantu mempelajarai materi dan mempeersiapkan diri untuk tim semula. Kemudian siswa kembali ke tim semula untuk mengajarkan materi tersebut ke teman se tim dan berusaha mempelajari sisa materi. Mekanisme pembelajaran jigsaw dapat digambarkan pada gambar 1 :
- Siswa dibagi atas beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 4–5);
- Materi pelajaran dibagi kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab;
- Setiap anggota kelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya. Misalnya, yang dipelajari “memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya. Maka seorang siswa dari satu kelompok mempelajari struktur akar dan fungsinya”. Kelompok satunya mempelajari tentang struktur batang dan fungsinya, siswa yang lainnya tentang struktur daun dan fungsinya dan lainnya lagi struktur bunga dan fungsinya;
- Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk mendiskusikannya;
- Setelah anggota kelompok ahli setelah kembali ke kelompoknya bertugas mengajar temannya secara bergilir;
- Setelah seluruh siswa selesai melaporkan guru menunjukkan satu kelompok untuk menyampaikan hasilnya, kelompok lain menanggapi dan guru mengklarifikasi;
- Membuat kesimpulan
- Tiap-tiap siswa dikenai tagihan secara individu.
Resource :
Abdullah Aly & Eny Rahma. 1998. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Abu Ahmadi & Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Arends, Richard. 1997. Classroom Intruction and Management. USA : McGraw- Hill College.
Depdikbud. 1990. Kamus Bessar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI. Depdiknas : Dirjendikti.
________. 2008. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Depdiknas : Dirjendikti.
Fantinias Yuniarti. 2007. Pengaruh Metode Pengajaran Alam Sekitar terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Sains Siswa Kelas V SLB.D YPAC Surakarta
Tahun Ajran 2006/2007. (Penelitian Tindakan Kelas Program Pendidikan Luar Biasa Jurusan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta)
H.B. Soetopo. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif Dasar Teori dan Terapan dalam Penelitian. Surakarta : UNS Press.
Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Krajcik S. Joseph, Czerniak M. Charlene & Berger Carl. 1999. Teaching Children Science (a Project – Based Aproach). Boston: McGraw-Hill College.
Kristanti. 2009. Efektivitas Pembelajaran Sistem Pencernaan Melalui Kombinasi Model Jigsaw dan Peta Pikiran di SMA Negeri Jumapolo Kabupaten
Karanganyar. (Penelitian Tindakan Kelas Fakultas MIPA Universitas Negeri semarang).
Leo Sutrisno dkk. 2007. Pengembangan Pembelajaran IPA SD. Depdiknas : Dirjendikti.
Maskoeri Jasin. 2006. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Muhibbin Syah. 1997. Psikologi Pendidikan,dengan Pendekatan Baru. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Mulyani Sumantri & Johar Permana. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Maulana.
Ngalim Purwanto. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sardiman. 1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : CV.Rajawali.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.
Srini M Iskandar. 2001. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung : CV Maulana.
Sugiyanto. 2008. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta : UNS Press.
Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Karya.
Sumardi Suryabrata. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Sutratinah Tirtonegoro. 1989. Anak Supernormal dan Program Pendidikannya. Jakarta : Bina Aksara.
Slavin, E Robert. 2008. Cooperative Learning (Teori, Riset dan Praktik). Bandung : Nusa Media.
http://www.ejmste.com
http://www.olc.spsd.sk.ca/de/PD/coop/page4.html
http://www.jigsaw.org
Yuk , Kenalan dulu sama Teleskop Hubble . . .
![]() | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Teleskop Luar Angkasa Hubble dilihat dari Pesawat Ulang-alik Columbia selama Misi Servis 3B (STS-109) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pada tahun 1962, Akademi Sains Nasional Amerika merekomendasikan untuk membangun sebuah teleskop angkasa raksasa. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1977, kongres mulai mengumpulkan dana untuk proyek tersebut. Pada tahun yang sama pula, pembuatan teleskop angkasa Hubble segera dimulai.
Konstruksi teleskop Hubble, berhasil diselesaikan pada tahun 1985. Hubble di'angkasakan' untuk pertama kalinya pada tanggal 25 April 1990. Padahal, Hubble direncanakan untuk mulai dioperasikan pada tahun 1986. Tetapi, pengoperasiannya ditunda sementara karena bencana Pesawat Angkasa Challenger. Beberapa tahun setelah dioperasikan, Hubble mengirim gambar yang buram dan tidak jelas. Pada akhirnya NASA menemukan bahwa lensa pada teleskop tersebut bergeser sebanyak 1/50 ketebalan rambut manusia! Pada bulan Desember 1993, pesawat ulang-alik Endeavor dikirim untuk memodifikasi Hubble dengan menambahkan kamera baru untuk memperbaiki kesalahan pada lensa primernya.
- Teleskop: Ketebalan mencapai 13,1 meter (43,5 kaki), berdiameter 4,27 meter (14,0 kaki) dan memiliki berat 11.000 kilogram. Ukuran Hubble hampir sama dengan sebuah bus sekolah. Tabung oranye yang ada pada teleskop adalah sumber tenaga Hubble.
- Lensa: Lensa primer teleskop Hubble, berdiameter 2,4 m (8 kaki), dan beratnya mencapai 826 kilogram. Lensa ini terbuat dari kaca silika yang dilapisi oleh lapisan tipis aluminum murni untuk merefleksikan cahaya. Selain lapisan aluminum, lensanya juga memiliki lapisan magnesium fluorida yang berguna untuk mencegah oksidasi dan sinar ultraviolet (UV) dari matahari agar lensa tidak cepat rusak.
Teleskop ini dapat berjalan 5 mil per detik. Hubble dapat berkeliling lebih dari 150 juta mil per tahun (± 241 juta kilometer).
Sejak pertama kali dioperasikan, teleskop ini dikendalikan dari Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md.
Yang telah dilakukan Hubble
Hubble sangat banyak membantu para ilmuwan dalam mempelajari, mengobservasi dan memahami tentang jagad raya, objek luar angkasa (lubang hitam/black hole, galaksi, bintang), dll. Hubble adalah teleskop angkasa yang berhasil menemukan Xena, planet ke-10 beserta Gabrielle, satelitnya. Selain itu, Hubble juga banyak mengirimkan gambar-gambar yang menakjubkan tentang kejadian-kejadian di luar angkasa seperti supernova, lahirnya bintang, dan tabrakan bintang. Gambar sebuah galaksi raksasa tidak dikumpulkan dalam sehari saja. Galaksi Messier 101 (M-101) adalah salah satunya. Gambar galaksi ini merupakan gambar terbesar dan terdetail dari sebuah galaksi spiral yang pernah dihasilkan oleh Hubble. Gambar galaksi ini terdiri dari 51 bagian. Pada misi kedua di bulan Februari 1997, astronot mengganti sebagian instrumen Hubble dan juga menambahkan selimut baru untuk menjaga Hubble agar tetap hangat. Advance Camera dipasang pada tahun 2001. Kamera ini dapat mempertajam gambar dan memperlebar sudut pandang kamera. Setelah itu, Wide Field Camera 3 dan Cosmic Origins Spectrograph dipasang pada tahun 2003. Dua misi Hubble yang terakhir adalah pada tahun 2001 dan 2003. Hubble seharusnya akan di non-aktifkan pada akhir tahun 2005. Tetapi, pada bulan Oktober 1997, NASA memutuskan untuk memperpanjang pengoperasian Hubble dari tahun 2005 ke 2010. Hubble akan digantikan oleh teleskop James Webb.
Dibawah ini adalah beberapa dari gambar yang telah di ambil oleh Hubble.
Hello, My name is Hary Kurniadi. I am from Barito Kuala District. I am an elementary school teacher. I taught at the SDN Jejangkit Muara 2. I am also currently studying at a State University, in "Lambung Makurat University", Program DII - S1 PGSD, FKIP. I am pleased with the existence of this blog. I'll write if I understand, and I'll share if I know. "Go forward and look ahead, it is just a mirror behind you!". Sorry, my English was bad until now . If you have any questions, please follow me on facebook (rockleypuntik@yahoo.co.id), Thanks.. ^_^..Loading Lambat ??? Klik versi mobile :EDUCATION FOR OUR COUNTRY - PENDIDIKAN UNTUK NEGERI KITA: June 2011
Home
Models
Methode
Downloads
Articles
Materiku
Techno
Inlink






