Mau Genius di Matematika ? Yuk, Belajar dari Orang Cina. . .

Banyak bertanya-tanya, apakah ada obat rahasia yang harus diminum untuk menjadi jenius matematika secara instan? Walapun tuk sekedar hari ujian akhir kita?! Aku tahu ... aku berharap satu untuk diriku sendiri ketika aku masih seorang siswa di SMA, khususnya untu setiap ulangan Trigonometri atau Integral . Itulah dimana ketika hidup kita serasa tak berguna, benar-benar tidak tahu apa yang mau di lakukan, hanya bengong dengan pandangan mengawang-awang. Bahkan mungkin ketika itu kita berharap untuk sebuah keajaiban datang bahkan hanya 20 menit ketika kita sedang berada dalam situasi tersebut. Wah, memang benar nih, matematika seperti pocong !!!
Saya sebutkan di posting saya sebelumnya bahwa kita tidak harus jatuh ke dalam thingking-Trap yang melogikan bahwa kita harus memiliki gen matematika-jenius untuk menjadi baik di bidang Matematika. Pepatah mengatakan " Tuntutlah Ilmu ke negeri Cina", and Bravo, ternyata ada benernya. Mari kita lihat sebuah rahasia yang telah saya pelajari dari beberapa orang-orang China tentang bagaimana menjadi seorang jenius matematika. Yuk, kita mulai. . .
Banyak orang bertanya-tanya ... mengapa orang Cina baik di Matematika? Apalagi mengenai masalah perdagangan. Ada juga fakta bahwa Cina merupakan bagian dari salah satu 5 Negara besar dalam menggaji seorang Guru.
Pada awalnya, mereka menemukan salah satu perangkat perhitungan tertua yang disebut dengan sempoa sehingga mereka menjadi benar-benar tergila-gila dengan angka. Banyak sekali saya mendengar- bahkan mungkin juga Anda- , bahwa ketika seseorang adalah mendengar bahwa " Dia Orang Cina", orang langsung berpikir bahwa dia adalah seseorang yang bisa dikatakan pintar ber-Matematika. Apa rahasia China untuk menjadi seorang yang Genius dalam Matematika?
Berikut adalah tabel membantu kita untuk menunjukkan perbedaan antara sistem penghitungan bahasa Inggris dan Cina.
English | Chinese | English | Chinese |
eleven | ten one | thirty | three ten |
twelve | ten two | forty | four ten |
thirteen | ten three | fifty | five ten |
fourteen | ten four | sixty | six ten |
fifteen | ten five | seventy | seven ten |
sixteen | ten six | eighty | eight ten |
seventeen | ten seven | ninety | nine ten |
eighteen | ten eight | one hundred | one hundred |
nineteen | ten nine | ||
twenty | two ten |
Jika Anda lihat dengan cermat struktur bahasa untuk membaca sebuah bilangan. Sistem penghitungan Cina sepertinya lebih masuk akal-menurut pendapat saya - ini menetapkan dasar penjumlahan dan dasar dari perkalian. Mereka belajar bagaimana menambahkan dan berkembang saat mereka belajar bagaimana menghitung bilangan dengan tepat. Mari kita lihat lagi contoh di bawah ini.
ten one | 10 + 1 | eleven (11) |
three ten | 3 x 10 | thirty (30) |
Sepertinya jenius, bukan? Paham kan ?? Hehehe..
NAMUN,.......
Ini tidak benar-benar rahasia Cina untuk menjadi Genius Matematika. Ayo, mari kita tidak menyalahkan sistem kita sendiri! Hehe.. :D
Saya pernah berbincang-bincang dengan beberapa orang Cina keturunan dalam hidup saya. Tidak semua dari mereka dibesarkan di Cina namun tentu tumbuh dalam membesarkan Cina oleh orang tua mereka. Butuh waktu lama sebelum seseorang meneteskan cahaya terang, "Habis Gelap Terbitlah Terang".
Kita belajar Matematika dengan logika. Semuanya adalah tentang logika dan akal sehat. Ayahku yang dulu seorang penjaga SD, terus memberitahu saya sejak duduk di bangku SD, "Fokus pada pemahaman logika di balik masalah bukan hanya menghafal!" Tegas beliau.
Sebenarnya kita dituntut oleh sebuah kurikulum, entah itu CBSA, KTSP, atau sebagainya untuk dapa membuat peserta didik mampu menerapkan pengetahuannya di kehidupan nyata mereka. Sekarang kita berfikir kembali, sebenarnya matematika itu untuk kehidupan nyata ataukah kehidupan nyata untuk matematika. Kita sering mendengar bahwa " Bawalah anak didik ke kehidupan nyata" atau sebaliknya " Bawalah kehidupan nyata ke dalam matematika anak". Manakah yang paling tepat untuk hal ini ??? Memang susah untuk dijelaskan. Namun pada dasarnya keduanya merupakan peran utama dalam belajar matematika. Seperti halnya orang-orang cina yang telah merekonstruksi keduanya ke dalam matematika. Mereka tidak genius, tapi mereka cerdas.
Penekanan pada konsep, tanpa adanya perhitungan faktanya merupakan sesuatu yang mengganjal dalam belajar matematika. Itulah sebabnya kita semua mulai belajar Matematika dengan gambar dan cerita dari angka murni. Satu ditambah satu bukan hanya 1 + 1 namun Bagaimana membantu anak dalam belajar matematika, bukan sekedar sistem transfer informasi. Salah satun cara membantu anak dalam belajar matematika adalah dengan membawa mereka kita kedalam sebuah aktivitas nyata, kemudian dari aktivitas nyata itulah mereka kemudian akan mengenal dan bagaimana memahami serta mencari solusi dari masalah matematika yang mereka hadapi .
Aktivitas belajar mereka adalah bagian dari kehidupan nyata mereka. Caranya adalah buatlah bahasa anda menjadi nyata, "Anda memiliki satu apel dan seorang teman memberikan Anda satu apel lagi." Itulah yang akan menjadikan mereka selalu memiliki pemecahan masalah pertanyaan dalam bentuk apapun. Bagian yang bisa menjadi bagian tersulit adalah justru ketika anak didik tahu bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan lain karena mereka hafal rumus tapi pemikiran mereka semua akan kusut ketika meraka melihat masalah dalam 5 soal yang Kita berikan. Memahami, bukan hanya menghafal. Logika lah yang utama dalam matematika. Menurut saya, beginilah rumus total Matematika :
Pemahaman Masalah + Teknik Pemecahan = Jawaban yang benar
Jika Anda memahami masalah, kemudian mencari solusinya yang tepat adalah jauh lebih mudah ketimbang bagaimana anda harus mencari benar dan salahnya. Dengan memahami, saya percaya kita semua milikinya.
Catatan: bagi mereka yang sedang menunggu obat ajaib Matematika, bersabarlah untuk selamanya. hehehehe . . . ^ _ ^
Dan bukankah semua masalah memiliki solusi? Tentu saja, semuanya memiliki solusi. Jika Anda tidak dapat memecahkan masalah, itu berarti bahwa masih ada sesuatu yang tersisa untuk dipahami, maka pahamilah, suatu saat anda akan menemukan jawabannya. Jika Anda tidak dapat memecahkan masalahnya, mungkin itu berarti bahwa ada solusi lain, mungkin Teknik Pemecahan kurang benar, jangan menyerah, mari kita pikirkan lagi.
Sama halnya dalam matematika, sesuatu masalah dalam matematika pasti ada jalannya, maka buatlah peserta didik Anda memahami akan hal itu. Tok, jika memang benar tidak ada solusinya dan tidak ada jawabannya, maka Andalah yang SALAH, ..
Sekedar celotehan iseng,,, :
DI DUNIA INI TIDAK ADA YANG NAMANYA MURID YANG BODOH, YANG ADA HANYALAH GURUNYA YANG BODOH.
OKELAH, KALAU BEGITU, AKU AKAN TERUS MENJADI SEORANG MURID AGAR TIDAK DIKATAKAN BODOH. .. :DSalah khilaf mohon maaf, semoga artikel ini bermanfaat.
TTD,
ADMINISTRATOR #1
Matematika Memang Seperti Pocong !!!

“A Better Way To Teach Math” by David Bornstein at The New York Times, Opinionator.
Imagine if someone at a dinner party casually announced, “I’m illiterate.” It would never happen, of course; the shame would be too great. But it’s not unusual to hear a successful adult say, “I can’t do math.” That’s because we think of math ability as something we’re born with, as if there’s a “math gene” that you either inherit or you don’t.
Matematika adalah subjek yang dasar di sekolah yang mengajarkan bagaimana menghitung dan membuat perhitungan dasar seperti penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Tentu saja matematika memiliki arti yang lebih dalam, makna dan gunakan untuk menghitung dunia, artinya matematika adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, tak ada satupun yang luput dari masalah matematika.
Admin bukanlah seorang yang jenius pada bidang matematika. Dulu, seperti kebanyakan anak-anak, aku jatuh ke perangkap "Matematika seperti pocong". Berikut ini adalah beberapa ilustrasi ringan tentang matematikaku waktu dulu:
- Menjadi baik dalam Matematika adalah hadiah bagiku. Ini adalah keyakinan bahwa menjadi baik di Matematika adalah hadiah atau bakat dan bahwa hadiah tersebut hanya sedikit yang memperolehnya. Siswa berhenti mencoba karena mereka hanya tidak beruntung menjadi salah satu dari "yang terpilih".
- Jika Anda tidak baik di Matematika, Anda harus baik dalam bahasa Inggris (bahasa, komunikasi, dll) dan sebaliknya.( hehehe)
- Aku tidak butuh Matematika di karir masa depan saya. karena aku bermimpi menjadi seorang "pemain sepak bola". Asumsi saya mendengar dari siswa lainnya mengatakan, "Mengapa kita membutuhkan Matematika?"; "Saya tidak akan menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari saya!" Dan seterusnya.
Sayangnya, banyak orang muda gagal untuk memahami makna sebenarnya dari Matematika - dan banyak guru gagal untuk membuat mereka mengerti alasan sesungguhnya mengapa Matematika adalah signifikan. Menengok ke belakang, saya kira ada sedikit kebenaran dalam gagasan bahwa tidak semua hal dalam Matematika dapat digunakan oleh semua orang di masa depan. Tapi mempelajari dasar-dasar dari setiap aspek Matematika menentukan fondasi bagi calon insinyur, arsitek, ekonom, dll
Sejujurnya, Matematika hanya lebih sulit karena siswa sudah memiliki kesan horor bahwa itu adalah "sulit dan menakutkan" sebelum mereka mencoba bahkan untuk memahami. Saat mereka melihat sekelompok angka, otak mereka lari terbirit-birit, "Oh, sekarang pelajaran pocong ! Saya harus pergi ! Saya tidak bisa melakukan ini!". Otak siswa segera merespon bahwa "saya tidak bisa" sebelum otak mereka bekerja dengan matematika. Itulah alasan mengapa siswa gagal di Matematika. Mereka berpikir demikian, dan mereka melakukannya. Sungguh ironis. .
Matematika, seperti halnya dengan setiap masalah, lebih mudah ketika Anda berpikir itu mudah.
Saya punya beberapa guru Matematika yang sangat baik yang membuat subjek matematika itu sendiri menjadi lebih mudah. Klasifikasi umum mereka: sikap mereka di kelas men-set mood saya menjadi berasumsi, "Ah, itu mudah!" "Bagaimana kita memecahkan masalah" Matematika adalah Mudah. "? Ah, itu mudah! "Dia selalu melakukan itu. Setiap kali ada masalah untuk memecahkan, ia akan berseru, "Ah, itu mudah!" Dan setiap kali kita memecahkan masalah matematika diri kita sendiri, kita bisa mendengarnya di kepala kita. Dia mencoba menghubungkan masalah matematika dengan kehidupan sehari-hari saya.
Dosen saya di perguruan tinggi tidak begitu antusias, tetapi dia juga selalu mengatakan bahwa itu hanya mudah. Penjelasannya yang sederhana dan langsung to the point membuat saya meyakini bahwa matematika itu sebenarnya mudah.
Banyak setuju dengan saya ketika saya memberitahu mereka bahwa Matematika menjadi lebih mudah tergantung pada guru. Ini adalah tugas guru untuk mengatur suasana hati dan untuk menjelaskan prinsip-prinsip di tingkat perkembangan siswa. Namun, sebelum Anda mulai menyalahkan semua guru Matematika Anda untuk kegagalan yang Anda alami, Anda harus mencari tahu tentang bagaimana anda berkembang dengan matematika, apa kesalahan yang anda lakukan sehingga orang lain bisa namun anda tidak bisa. Anda juga bisa membaca 10 Trik Ampuh belajar matematika.
Sekian posting kali ini, semoga bermanfaat.
Mathematics Learning Difficulties - Kesulitan Belajar Matematika

Howler dalam Suyitno (2000 :1) mengatakan bahwa “Mathematic is the abstract science of space and number” (Matematika adalah ilmu pengetahuan abstrak dari ruang dan angka). Matematika dapat pula didefinisikan sebagai “the study of abstract structure and their interelations”, yakni studi tentang struktur abstrak dan relasi-relasi antar unsur yang ada. Xvii “We live in a world of objects, time and space. Mathematics provider an agreed-upon system for describing these in terms of quantity or magnitude”. (kita hidup di dunia yang terdiri dari obyek, waktu dan ruang).
Matematika adalah suatu yang berkenaan dengan ide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan penalarannya deduktif. Kedudukan matematika sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari, karena itu guru harus bisa memberi materi penjelasan kepada siswa mengenai pentingnya kedudukan matematika dan betapa perlunya seseorang mempelajari matematika. Misalnya melalui contoh-contoh penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari sangat erat hubungannya dengan matematika.
Belajar matematika tidak senantiasa berhasil, tetapi seringkali ada hal-hal yang bisa mengakibatkan kegagalan atau setidak-tidaknya menjadikan gangguan yang bisa menghambat kemajuan belajar matematika. Kegagalan atau keterlambatan kemajuan biasanya ada hal-hal yang menyebabkannya.
Faktor-faktor yang bisa menimbulkan kesulitan belajar matematika menurut Oemar Hamalik yaitu:
1) Faktor yang bersumber dari diri sendiri
Yang dimaksud dengan faktor ini ialah faktor yang timbul dari diri siswa itu sendiri. Faktor ini disebut faktor intern. Faktor ini sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar matematika seorang siswa. Faktor seperti ini seringkali tidak disadari atau bahkan dianggap remeh oleh siswa. Hal tersebut disebabkan karena:
a) Siswa tidak mempunyai tujuan belajar yang jelas.
b) Kurangnya minat terhadap pelajaran matematika.
c) Kesehatan yang sering menganggu.
d) Kurang cakap dalam mengikuti pelajaran matematika.
e) Kebiasaan belajar matematika yang kurang baik.
2) Faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah
Hambatan terhadap kemajuan belajar matematika tidak hanya bersumber dari diri siswa sendiri, akan tetapi kemungkinan juga bersumber dari sekolah itu sendiri. Sebab-sebab yang bisa menimbulkan hambatan belajar matematika adalah sebagai berikut :
a) Cara memberikan pelajaran matematika kurang menarik.
b) Kurangnya buku standar.
c) Kurangnya alat-alat yang menunjang belajar matematika.
d) Materi pelajaran tidak sesuai dengan kemampuan siswa.
3) Faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga
Sebagian besar waktu belajar siswa dilaksanakan di rumah, karena itu aspek-aspek kehidupan dalam keluarga turut mempengaruhi kemajuan belajarnya, bahkan mungkin juga dapat dikatakan menjadi faktor dominan untuk mencapai keberhasilan belajar di sekolah. Sebab yang timbul dari lingkungan keluarga adalah :
a) Masalah kemampuan ekonomi.
b) Masalah broken home.
c) Kurangnya perhatian orang tua.
4) Faktor yang bersumber dari masyarakat
Pada umumnya masyarakat tidak akan menghalangi kemajuan belajar siswa akan tetapi ada beberapa aspek dalam kehidupan masyarakat yang bisa mengganggu kelancaran belajar siswa, dan tentunya yang berhubungan erat dengan diri siswa itu sendiri yaitu:
a) Gangguan dari jenis kelamin lain.
b) Sekolah sambil kerja.
c) Aktif mengikuti organisasi secara berlebihan.
d) Tidak dapat mengatur waktu.
e) Tidak mempunyai teman belajar bersama.(Oemar Hamalik, 1989 : 112-120).
Demikian tadi adalah sebab dan faktor yang mempengaruhi Kesulitan Belajar Matematika. Pada dasarnya, Kesulitan Belajar Matematika dapat ditanggulangi dengan sedikit memodifikasi strategi belajar yang kita lakukan. Kesulitan Belajar Matematika juga dapat diatasi dengan teknik belajar matematika yang menyenangkan.
Tips - Tips Kepemimpinan
Dibawah ini adalah beberapa artikel yang udah di kumpulkan dari beberapa blog/web. Tapi sayang setelah kami cari lagi blog/web nya ga ditemukan, mohon bantuannya kalo dah pernah baca silahkan sebutkan dari mana artikel ini berasal,, ( hehe, kaya tebak-tebakan aza) sippp,, kita mulai aza dah ..
Tips Menjadi Pemimpin Handal 03,
Moral dari Cerita : Sebagai Pemimpin yang handal, sangat diharamkan dalam KEPEMIMPINAN jika seorang staf (apapun jabatannya) dengan sengaja / tidak, dibatasi hak/kewajibannya. Biarkanlah mereka bebas hidup dalam inovasi dan ide yang kreatif. Hal ini didukung pula oleh pendapat pakar bisnis Tanadi Santoso (pengisi rubrik bisnis disalah satu koran swasta di Surabaya) bahwa dari lelucon / bercanda / bermain bersama / berpergian bersama antar staf / pimpinan akan muncul ide-ide gila yang inovatif dan kreatif. (Sumber Koran Radar Surabaya, 21/22 Mei 2007 rubrik Business Wisdom – Halaman 5 Bagian Bawah) Tapi kebebasan tetap ada batasannya right . So, semua kembali ke laptop anda sebagai seorang PEMIMPIN. 3…
Tips Menjadi Pemimpin Handal 04
Tips Menjadi Pemimpin Handal 05
Tips Menjadi Pemimpin Handal 06
Tips Menjadi Pemimpin Handal 07
Tips Menjadi Pemimpin Handal 08
Tips Menjadi Pemimpin Handal 09
Hello, My name is Hary Kurniadi. I am from Barito Kuala District. I am an elementary school teacher. I taught at the SDN Jejangkit Muara 2. I am also currently studying at a State University, in "Lambung Makurat University", Program DII - S1 PGSD, FKIP. I am pleased with the existence of this blog. I'll write if I understand, and I'll share if I know. "Go forward and look ahead, it is just a mirror behind you!". Sorry, my English was bad until now . If you have any questions, please follow me on facebook (rockleypuntik@yahoo.co.id), Thanks.. ^_^..Loading Lambat ??? Klik versi mobile :EDUCATION FOR OUR COUNTRY - PENDIDIKAN UNTUK NEGERI KITA: September 2011
Home
Models
Methode
Downloads
Articles
Materiku
Techno
Inlink






